Masih
ingat sepuluh tahun yang lalu, saat akses Internet masih menjadi suatu
kemewahan yang belum banyak orang memilikinya? Masih segar dalam ingatan, tahun
2003 saya masih duduk di bangku SMA dan seringkali menghabiskan waktu di Warung
Internet (warnet) sepulang sekolah. Pada saat itu kebutuhan saya akan akses
Internet tidak lebih dari sekadar
chatting di mIRC sampai mata saya lelah menatap komputer.
Kemudian
beranjak masuk kuliah, mulailah saya menggunakan Internet lebih bijaksana.
Masa-masa kuliah menyadarkan saya akan pentingnya akses Internet untuk
mengerjakan tugas kuliah hingga tugas akhir, tak ketinggalan kebutuhan untuk
eksis di jejaring sosial macam Facebook. Saya ingat pula, saat itu operator
telepon seluler sudah menyediakan akses Internet berbasis GPRS yang dipotong
dari pulsa sehingga untuk mengakses Internet dari telepon genggam sudah dapat
dilakukan meski aplikasinya di Indonesia belum seperti di negara-negara yang
lebih maju pada saat itu.
Tak
lama sejak adanya akses Internet di telepon genggam, muncullah wireless modem yang dijual bebas di
pasaran dengan harga relatif mahal. Perangkat wireless modem ini menggunakan SIM Card sebagai penyedia akses
Internetnya, dan operator seluler di Indonesia sudah mulai meluncurkan paket
Internet untuk digunakan di wireless
modem. Saya termasuk salah satu orang yang sangat terbantu dengan adanya
dua fasilitas ini. Status anak kos pada saat itu menyulitkan saya mengakses
Internet dari mana saja, apalagi ketika itu belum banyak pula kos-kosan yang
menyediakan Internet bagi penghuninya, sehingga dengan adanya wireless modem ini saya bisa mengakses
Internet dari mana saja dan kapan saja.
Awal
tahun 2009, saya dan teman-teman memutuskan untuk menjual pakaian melalui
Facebook. Bermodalkan tabungan masing-masing dan satu buah telepon genggam,
kami mulai menerima pesanan via SMS. Penjualan cukup pesat dan seiring
berkembangnya teknologi, kami berpindah dari SMS ke layanan BBM.
Pada awal 2012, saya mendirikan sebuah clothing line produksi
sendiri bernama CLEANCUT yang penjualannya dilakukan via webstore, BBM, Berrybenka,
dan Instagram.
Munculnya
merek telepon genggam Blackberry telah menimbulkan perubahan dalam sistem
telekomunikasi seluler di Indonesia. Kalau dulunya pengguna telepon dipusingkan
dengan pulsa yang tersedot untuk chatting
via SMS atau YM, layanan Blackberry Internet Service sangat membantu mereka
yang frekuensi komunikasinya sangat tinggi setiap harinya. Apalagi setiap
operator seluler menawarkan paket-paket layanan Blackberry sesuai kebutuhan.
Misalnya saja, untuk kebutuhan pribadi, saya menggunakan Blackberry full
service yang memberikan akses Internet, chatting,
dan Push Mail tanpa batasan kuota. Sedangkan untuk kebutuhan toko online, kami
hanya membutuhkan layanan BBM dan social
media.
Dunia
dalam genggaman, begitulah kiranya ungkapan yang tepat mendeskripsikan betapa
Internet pada telepon genggam memudahkan penggunanya. Begitu pula halnya dengan
bisnis fashion yang dijual melalui
media online. Perkembangan telekomunikasi seluler, terutama layanan Internet,
telah membantu perkembangan industri fashion,
yang merupakan salah satu sub sektor Industri Kreatif.
Bicara
soal perkembangan telekomunikasi seluler dan Industri Kreatif, saat ini jumlah
produk yang dipasarkan melalui media online telah mencapai jutaan. Ini terjadi
tak hanya karena kemudahan mengakses sebuah webstore
melalui smartphone, tetapi juga
banyaknya interface yang mendukung
berkembangnya industri kreatif itu sendiri, mulai dari kemudahan mengontrol
katalog dan webstore dari smartphone ataupun tablet, pemeriksaan
transaksi melalui Internet Banking, sampai pada kemudahan komunikasi terkait
transaksi via BBM, Line, KakaoTalk, Whatsapp, dan lain-lain. Semua dapat
dilakukan tanpa biaya tambahan sama sekali, baik untuk penjual maupun pembeli.
Selain
itu, media penjualan online untuk industri kreatif pun semakin beragam. Kalau
dulu kita pertama kali diperkenalkan pada toko online berbentuk website, sekarang ada banyak jalan untuk
memasarkan produk kreatif dan relatif mudah! Bagi yang bermodal lebih, penjual
tetap menggunakan website atau webstore sebagai media penjualan online
utama, kemudian ada pula online
department store yang menjual produk-produk kreatif produksi lokal seperti
Berrybenka, Maskoolin, dan LocalBrand untuk sub sektor fashion. Untuk sub sektor yang lebih luas, penjual dan pembeli
dapat dipertemukan di Kaskus yang merupakan komunitas terbesar di Indonesia,
atau Tokobagus, Lazada, Bukalapak, dan lain-lain. Ada pula mereka yang menjual
produknya melalui media sosial, seperti Facebook, Twitter, dan yang paling baru
melalui Instagram.
Ada
beberapa alasan mengapa penjualan produk kreatif melalui media online diminati
oleh pelaku bisnis, antara lain:
1. Gaya hidup dan aktivitas penduduk di kota-kota
besar di Indonesia yang relatif tidak lepas dari Internet; setiap hari ada
aktivitas yang melibatkan Internet seperti e-mail, Facebook, Twitter,
Instagram, Pinterest, dan Tumblr. Dengan adanya smartphone yang dilengkapi akses Internet juga memudahkan mereka
untuk mengakses informasi dari mana saja dan kapan saja.
2. Salah satu kelebihan dari penjualan melalui
media online adalah tidak terbatas pada ruang dan waktu. Jika dibandingkan
dengan offline store, webstore atau bentuk toko online
lainnya, tidak terbatas pada jam operasional gedung pertokoan. Toko online juga
memiliki coverage area yang lebih
luas sehingga pembeli dari luar Jabodetabek pun dapat melihat dan membeli
produk yang ditawarkan selama ia memiliki akses Internet.
3. Selain itu, modal yang dibutuhkan baik untuk
fasilitas penjualan maupun kegiatan promosi lebih kecil dibandingkan dengan
membuka offline store. Contohnya,
sewa kios di sebuah pusat perbelanjaan untuk satu tahun lebih mahal
dibandingkan modal yang dibutuhkan untuk membangun sebuah webstore – yang dapat digunakan untuk seterusnya. Begitu pula
halnya dengan promosi online yang low
cost high impact. Promosi melalui media sosial dapat dilakukan tanpa biaya
dan hanya dengan sekali klik pada link yang di-share di Twitter, audience
langsung sampai ke “toko” yang dimaksud.
4. Pada banyak kasus, orang tidak ingin melepas
pekerjaan tetapnya tetapi ingin memulai bisnis sampingan. Dengan menjual secara
online, aktivitas transaksi, pengiriman barang, dan kegiatan operasional
lainnya dapat disesuaikan dengan waktu yang dimiliki.
Penjualan
secara online atau lebih dikenal sebagai online
shop telah menjadi sebuah fenomena baru dalam budaya konsumsi di Indonesia.
Bagaikan sebuah sistem yang tidak akan berfungsi dengan baik apabila salah satu
bagiannya tidak berdungsi dengan baik, industri kreatif - khususnya yang
dipasarkan melalui media online - tidak akan berkembang sedemikian pesat
apabila industri telekomunikasi selular tidak menunjang semua kegiatan bisnis
tersebut. Dengan demikian, perkembangan telekomunikasi seluler memengaruhi
perkembangan industri kreatif, dan secara tidak langsung membantu perkembangan
produk dalam negeri.