Thursday, August 22, 2013

Ketika Internet Menjadi Penentu Keberlangsungan Bisnis Kreatif Online di Indonesia


 
Masih ingat sepuluh tahun yang lalu, saat akses Internet masih menjadi suatu kemewahan yang belum banyak orang memilikinya? Masih segar dalam ingatan, tahun 2003 saya masih duduk di bangku SMA dan seringkali menghabiskan waktu di Warung Internet (warnet) sepulang sekolah. Pada saat itu kebutuhan saya akan akses Internet tidak lebih dari sekadar chatting di mIRC sampai mata saya lelah menatap komputer.

Kemudian beranjak masuk kuliah, mulailah saya menggunakan Internet lebih bijaksana. Masa-masa kuliah menyadarkan saya akan pentingnya akses Internet untuk mengerjakan tugas kuliah hingga tugas akhir, tak ketinggalan kebutuhan untuk eksis di jejaring sosial macam Facebook. Saya ingat pula, saat itu operator telepon seluler sudah menyediakan akses Internet berbasis GPRS yang dipotong dari pulsa sehingga untuk mengakses Internet dari telepon genggam sudah dapat dilakukan meski aplikasinya di Indonesia belum seperti di negara-negara yang lebih maju pada saat itu.

Tak lama sejak adanya akses Internet di telepon genggam, muncullah wireless modem yang dijual bebas di pasaran dengan harga relatif mahal. Perangkat wireless modem ini menggunakan SIM Card sebagai penyedia akses Internetnya, dan operator seluler di Indonesia sudah mulai meluncurkan paket Internet untuk digunakan di wireless modem. Saya termasuk salah satu orang yang sangat terbantu dengan adanya dua fasilitas ini. Status anak kos pada saat itu menyulitkan saya mengakses Internet dari mana saja, apalagi ketika itu belum banyak pula kos-kosan yang menyediakan Internet bagi penghuninya, sehingga dengan adanya wireless modem ini saya bisa mengakses Internet dari mana saja dan kapan saja.

Awal tahun 2009, saya dan teman-teman memutuskan untuk menjual pakaian melalui Facebook. Bermodalkan tabungan masing-masing dan satu buah telepon genggam, kami mulai menerima pesanan via SMS. Penjualan cukup pesat dan seiring berkembangnya teknologi, kami berpindah dari SMS ke layanan BBM.


Pada awal 2012, saya mendirikan sebuah clothing line produksi sendiri bernama CLEANCUT yang penjualannya dilakukan via webstore, BBM, Berrybenka, dan Instagram.

Munculnya merek telepon genggam Blackberry telah menimbulkan perubahan dalam sistem telekomunikasi seluler di Indonesia. Kalau dulunya pengguna telepon dipusingkan dengan pulsa yang tersedot untuk chatting via SMS atau YM, layanan Blackberry Internet Service sangat membantu mereka yang frekuensi komunikasinya sangat tinggi setiap harinya. Apalagi setiap operator seluler menawarkan paket-paket layanan Blackberry sesuai kebutuhan. Misalnya saja, untuk kebutuhan pribadi, saya menggunakan Blackberry full service yang memberikan akses Internet, chatting, dan Push Mail tanpa batasan kuota. Sedangkan untuk kebutuhan toko online, kami hanya membutuhkan layanan BBM dan social media.

Dunia dalam genggaman, begitulah kiranya ungkapan yang tepat mendeskripsikan betapa Internet pada telepon genggam memudahkan penggunanya. Begitu pula halnya dengan bisnis fashion yang dijual melalui media online. Perkembangan telekomunikasi seluler, terutama layanan Internet, telah membantu perkembangan industri fashion, yang merupakan salah satu sub sektor Industri Kreatif.

Bicara soal perkembangan telekomunikasi seluler dan Industri Kreatif, saat ini jumlah produk yang dipasarkan melalui media online telah mencapai jutaan. Ini terjadi tak hanya karena kemudahan mengakses sebuah webstore melalui smartphone, tetapi juga banyaknya interface yang mendukung berkembangnya industri kreatif itu sendiri, mulai dari kemudahan mengontrol katalog dan webstore dari smartphone ataupun tablet, pemeriksaan transaksi melalui Internet Banking, sampai pada kemudahan komunikasi terkait transaksi via BBM, Line, KakaoTalk, Whatsapp, dan lain-lain. Semua dapat dilakukan tanpa biaya tambahan sama sekali, baik untuk penjual maupun pembeli.

Selain itu, media penjualan online untuk industri kreatif pun semakin beragam. Kalau dulu kita pertama kali diperkenalkan pada toko online berbentuk website, sekarang ada banyak jalan untuk memasarkan produk kreatif dan relatif mudah! Bagi yang bermodal lebih, penjual tetap menggunakan website atau webstore sebagai media penjualan online utama, kemudian ada pula online department store yang menjual produk-produk kreatif produksi lokal seperti Berrybenka, Maskoolin, dan LocalBrand untuk sub sektor fashion. Untuk sub sektor yang lebih luas, penjual dan pembeli dapat dipertemukan di Kaskus yang merupakan komunitas terbesar di Indonesia, atau Tokobagus, Lazada, Bukalapak, dan lain-lain. Ada pula mereka yang menjual produknya melalui media sosial, seperti Facebook, Twitter, dan yang paling baru melalui Instagram.
 
Ada beberapa alasan mengapa penjualan produk kreatif melalui media online diminati oleh pelaku bisnis, antara lain:

1.  Gaya hidup dan aktivitas penduduk di kota-kota besar di Indonesia yang relatif tidak lepas dari Internet; setiap hari ada aktivitas yang melibatkan Internet seperti e-mail, Facebook, Twitter, Instagram, Pinterest, dan Tumblr. Dengan adanya smartphone yang dilengkapi akses Internet juga memudahkan mereka untuk mengakses informasi dari mana saja dan kapan saja.

2.  Salah satu kelebihan dari penjualan melalui media online adalah tidak terbatas pada ruang dan waktu. Jika dibandingkan dengan offline store, webstore atau bentuk toko online lainnya, tidak terbatas pada jam operasional gedung pertokoan. Toko online juga memiliki coverage area yang lebih luas sehingga pembeli dari luar Jabodetabek pun dapat melihat dan membeli produk yang ditawarkan selama ia memiliki akses Internet.

3.  Selain itu, modal yang dibutuhkan baik untuk fasilitas penjualan maupun kegiatan promosi lebih kecil dibandingkan dengan membuka offline store. Contohnya, sewa kios di sebuah pusat perbelanjaan untuk satu tahun lebih mahal dibandingkan modal yang dibutuhkan untuk membangun sebuah webstore – yang dapat digunakan untuk seterusnya. Begitu pula halnya dengan promosi online yang low cost high impact. Promosi melalui media sosial dapat dilakukan tanpa biaya dan hanya dengan sekali klik pada link yang di-share di Twitter, audience langsung sampai ke “toko” yang dimaksud.

4.   Pada banyak kasus, orang tidak ingin melepas pekerjaan tetapnya tetapi ingin memulai bisnis sampingan. Dengan menjual secara online, aktivitas transaksi, pengiriman barang, dan kegiatan operasional lainnya dapat disesuaikan dengan waktu yang dimiliki.

Penjualan secara online atau lebih dikenal sebagai online shop telah menjadi sebuah fenomena baru dalam budaya konsumsi di Indonesia. Bagaikan sebuah sistem yang tidak akan berfungsi dengan baik apabila salah satu bagiannya tidak berdungsi dengan baik, industri kreatif - khususnya yang dipasarkan melalui media online - tidak akan berkembang sedemikian pesat apabila industri telekomunikasi selular tidak menunjang semua kegiatan bisnis tersebut. Dengan demikian, perkembangan telekomunikasi seluler memengaruhi perkembangan industri kreatif, dan secara tidak langsung membantu perkembangan produk dalam negeri.

No comments:

Post a Comment